Inovasi dari negara industri baru

Inovasi-inovasi bisnis baru tumbuh dari beberapa negara industri baru.

Di CINA, Chen Shan – 23 tahun- membangun kembali bisnis sepeda bermerek ‘Forever’ yang sempat bangkrut. Kini 1,3 juta sepeda ‘Forever’ telah terjual kepada para konsumen muda yang terutama terpikat dengan sepeda yang kini berwarna-warni itu.
Di INDONESIA, pesawat radio AM/FM ‘Magno’ dibuat dengan tangan dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di desa. Keuntungan dari penjualan radio unik tersebut dimanfaatkan untuk pelatihan pembuatan kerajinan dan pengembangan keterampilan kerja para pengrajinnya.
Di TURKI, perancang grafis Beste Miray memiliki ide untuk menentukan posisi tempat dengan menggunakan Google Maps, lalu menggunakan cetakan peta tersebut dalam amplop untuk dikirimkan via pos. Kini ide tersebut menjadi sebuah aplikasi web bernama: Mapenvelope.
Di BRAZIL, kosmetik dengan merek ‘Kapeh’ memanfaatkan kopi dari sebagai salah satu bahannya. Produk kosmetik tersebut yang meliputi pelembab dan sabun kini telah diekspor ke Belanda dan Portugal. Mereka juga tersedia di internet.
Di INDIA, perusahaan konglomerat India ‘Tata’ mengembangkan ‘Swach’, filter dan penjernih air yang menghasilkan air minum dengan memanfaatkan abu. Piranti jinjing tersebut tidak membutuhkan listrik maupun air yang mengalir.

[ENGLISH] from Five smart brands & innovations from ’emerging’ markets [Springwise]
Read more of this post

Creative Solutions Award 2 : Lintasarta & Bisnis Indonesia

Link: Creative Solutions Award 2 : Lintasarta & Bisnis Indonesia

Kolaborasi antara PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), Bisnis Indonesia dan Radio Smart FM sukses meluncurkan program pencarian dan penghargaan ide-ide kreatif “Creative Solutions Award” kedua (CSA 2) dengan fokus pada solusi yang mampu meningkatkan daya saing bisnis menghadapi berbagai tantangan.

Bisnis adalah pondasi sekaligus penggerak roda perekonomian nasional. Agar bisa bertahan di tengah serbuan globalisasi, sangat penting bagi Indonesia membangun ekosistem bisnis yang kuat, mulai dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) hingga perusahaan berskala besar. Tantangannya adalah bagaimana bisnis mampu bertahan dan berkembang di tengah ekonomi global yang mengarah ke perdagangan bebas, perkembangan teknologi yang semakin cepat, perubahan perilaku konsumen dan munculnya regulasi baru.